Terlintas juga dalam benak penulis “gadis cantik seperti itu lagi ngapain di muka cafe ? Bokep Crot Ramah memang nakal, mau tahu aja apa isi dalam tas aku. Rokok sudah habis aku ambilkan tas kecilku yang di dalamnya ada alat perekam suara, langsung kuhidupkan. Hujan grimis masih membasahi jalan raya, cuacapun semakin dingin, pengunjung café sudah kosong, tinggal kami berdua dan dua orang pelayan café, saat itu jam 1.30 Wibb. Aku jawab lagi ia tante. Ramah juga tidak mau kerja ini tapi orang tua Ramah sendiri menghancurkan masa depan Ramah. Tapi kekawatiran ini hilang begitu saja sesaat aku berdua dengan Roni di




















