Namun kulihat si Wagino sekretarisku menghampiri:
“ada pasien satu lagi Kakek” bisiknya:
“cah wadon (anak perempuan) huSarau banget”. Sex Bokep Warnanya kemerahan dan sangat merangsang.Jelas ini tempik (istilah khas daerahku) yg belum pernah dijamah laki-laki. Begitu ramainya sampai akhirnya halaman depan rumahku dijadikan pangkalan ojek. Syukurlah. Nah, tiba-tiba ada pikiran licik di otakku. Bapak ini lagi belajar ilmu kebatinan, jadi bapak mengerti cara-cara untuk membahagiakan orang. Sekarang suaraku berubah penuh wibawa:
“sekarang, untuk menghilangkan ilmu hitam itu, kamu harus nglakoni persis sama dgn mimpimu itu” kataku:
“buka bajumu, Cah Sara”. Ada masalah apa Cah Sara?” aku sekarang duduk di kursi di depannya, dibatasi meja yg penuh




















