“Tante mau kasih kado spesial buat kamu.” Aku jadi deg-degan. Bokep Montok Aku menelentang saja sembari meremas-remas toket montoknya yang bergelantungan terkontal-kantil. Kini mulut Tante Ning merayap turun ke bawah, menyusuri leher dan dadaku. Tante Ning tidak canggung-canggung lagi memeluk pinggangku bila kami berboncengan naik motor. Entah kenapa, tahu-tahu “anu”ku berdiri lagi. Lalu aku disuruh menunggu di ruang duduk keluarga, sementara dia masuk ke kamar. Aku tidak tahu bagaimana ekspresi Tante Ning waktu itu, karena aku tetap belum berani melihat wajahnya, tetapi yang jelas dia malah memijit-mijit tonjolan batang kemaluanku yang tentu saja jadi semakin keras.“Tante… aku…” Aku semakin tidak enak hati,




















