Mbak Ratih lalu berdiri dan menurunkan celana pendeknya, hingga tampaklah olehku CD-nya. Aku berdiri di depannya. Bokeb Ia menghentikan aktivitas ngocok dan menjilati spermaku. Ia membuka mulutnya. Ia menubrukku di sofa. Bau rambutnya sangat harum dan aku masih meremas toketnya yang gedhe tadi. Aku berdiri di depannya. “Hahahah, aku ndak percaya ama yang begituan”, katanya. Rasanya sudah diujung. Tak ada satupun keluargaku yang mengetahui tentang kemampuanku menghipnotis orang. “Belajar dari mana?”
“Dari internet, belom dicoba sih tapi boleh dong kalau kakak jadi orang yang dicoba”, kataku. Aku tarik dia lalu kubaringkan dia di tempat tidur. “Lagi ngapain?”, tanyaku. Ia seakan-akan tak mau




















