“Mbak, yang bagus yang mana?” tanyanya lirih dengan wajah lugu.Pegawai wanita itu menjawab dengan menggelengkan kepalanya serta tersenyum malu. “Paling-paling nggak ada lagi”, pikir Tedy sambil menyerahkan resep obat yang dicarinya kepada pegawai apotik itu, seorang wanita berumur 30-an.“Silakan tunggu dulu, saya carikan”, ucap wanita itu dengan sopan.Dia mencek dengan komputernya, lalu masuk ke ruangan berdinding kaca transparan yang terlihat penuh laci obat, keluar lagi dan terus masuk ke ruangan tertutup. Vidio Porno Tedi merasa kaget campur bingung dan heran menatap wanita disampingnya sedang menikmati sedotan pertama pada sebatang rokok.“Nggak usah bengong Mas, emangnya kenapa?”, tanya wanita itu.“Ah, Nggak, nggak heran kok,




















