Cemoohan kepada diriku harus kutahan selama jarak lima kilometer.Setelah berjalan sekian lama, akhirnya aku sampai juga ke sudut hutan yang sepi yang telah di tentukan Nyonya Hana. Tanpa basa-basi lagi Nyonya Hana meneteskan lilin-lilin panas bertubi-tubi ke arah penisku. Bokep China Jangan siksa saya lagi, Nyonya..!” aku merintih memohon belas kasihan Nyonya Hana.Dia hanya tersenyum.Nyonya Hana lalu memiringkan lilin yang tadi dinyalakannya ke arah pantatku yang terbuka. Nyonya Hana meyuruhku untuk masuk ke dalamnya. Namun tentu saja aku tidak dapat makan seperti orang biasa. Aku benar-benar berteriak histeris. Tapi aku tidak dapat menolak. Kali ini sasarannya adalah kemaluanku. Dia lalu mengangkat kedua










