“Ngga ah bu, saya ngga berani!!”
“Ayolah… (dengan nada memelas)”
“Tapi di mana bu?” tanyaku! o..o… oo…. Bokeb ahhh… aarrgghh…… uh..uh… uh…uh… ouuu….. “Paling dikit bu…..” jawabku sambil aku mencoba memasukkan tetapi ngga bisa karena terlalu sempit. ooohhhh….. Lalu hanya kujawab dengan mengangguk saja tanpa basa basi juga, aku mulai melepaskan celana dalamnya yang berwarna putih tipis yang kulihat saat itu adalah jembut tipis saja, lalu aku mulai menyandarkannya di dinding kamar sambil kujilati. “Ahhhh…. ohhhh…”
Tanpa ku sadari ada cairan yang membasahi wajahku.




















