Setan pun tertawa dalam jiwaku.Kubayangkan tubuh Enni di atasku, tanpa pakaian, tubuhnya bersimbah peluh. Bokep Jilbab mmhh.. lampunya..” Nia berkata setengah tertahan. Cih, pikirku, siapa yang butuh wanita. “Ray.. “Oke,” katanya. Kulihat payudaranya yang membusung dan putingnya yang terlihat menggoda. Mau kemana?”
“Curhat saja, aku pingin refreshing,” sahutku sok sedih. Nia bangkit, mendudukkan dirinya, dan menarik pundakku. “Nggak mau masuk, nih..” kataku dengan alis berkerut. “Nih..” ujarku saat mengecup bibirnya dan dadanya. Kulihat pandangan matanya yang sayu, melihat anggukan kecilnya.




















