Tak ada perasaan bersalah.“Aya.. “Maaf Aya..” sahutku pelan sambil memegang pundaknya. Bokeb Lia belum pulang tuh.”
“Tidak papa. Wajahnya memerah. Lalu kuhentikan dan aku berdiri sejenak. Kuubah posisiku menjadi berbaring sehingga kepalaku lebih dekat dengannya. “Aaawww.. Aku ingin ia melihat diriku berkuasa atas dirinya, total! Lalu aku merubah posisi. Nafasnya mulai memburu. Aku merasa ia mulai mengeluarkan lidahnya (thanks.. “Maaf Aya..” sahutku pelan sambil memegang pundaknya. Sengaja tak kumasukan agar aku bisa lebih lama menikmati saat-saat ini karena bagiku inilah saat sesungguhnya aku bisa mendapatkan penyerahan total bukan sewaktu bercinta atau orgasme. Hmm, wajahku masih merah. Beri waktu satu menit bila kamu




















