Bajingaann kamuu!! Bokep Mama Kita lihat siapa yang dapat mendengarmu!!”
Setelah lama sekali minta tolong sampai suaranya parau (mungkin karena kelelahan) dan tidak menghasilkan apa pun, akhirnya Widya hanya bisa menangis tersedu-sedu dengan suara yang serak kemudian dia berkata.. Keringatnya pun sudah tercetak di bajunya. Aku tidak menanggapi makiannya, karena justru Widyalah yang sekarang tampak seperti seonggok daging hidup yang hina, pikirku. Emmhh.. Cepet!! Widya tidak henti-hentinya menangis, air matanya juga tidak henti-hentinya keluar. Dia bahkan hanya melihat teman-temannya di depan yang mendahuluinya dan sama sekali tidak melihat ke belakang jika ada spon bersprei di sana, diapun saking hausnya langsung meneguk es sirup












