Dengan cemas saya menantikan reaksinya. Setelah beberapa saat Mas Andy kulihat terdiam, merenung, lalu“ Hmmm… saya pikir dulu, sebelumnya terima kasih ya Wan ”,ucap Mas Andy.“ Ya Mas sama-sama… ”, ucapku dengan senyuman.Saat itu dalam hatiku, saya berpikir habislah sudah kesempatanku, tapi setelah di dalam kamar, sekitar 1 jam kemudian saya yang tertidur, terbangun oleh ketukan di pintu. Vidio Sex ”, tanya Idris sambil menjabat tanganku.“ Baik nih Dris”, jawabku sambil ter-senyum.“ Oh iya, duduk dulu deh Wan, biar enak kita ngobrolnya ”, ucap Idris mempersilahkanku.Setelah saya duduk di kursi kantornya yang empuk itu, saya mulai mengajukan permintaan,“ Dris, saya butuh bantuanmu




















