‘Siapa takut..’, jawabnya tidak mau kalah juga.Jujur saja aku masih berfikir bahwa ini cuma bercanda saja, sampai tiba-tiba di depan sebuah losmen, dia berkata,‘Wan, disini ajah.., kayaknya losmennya bagus tuh’. Aku langsung telentang di kasur, sedangkan Gita langsung memelukku dan menaruh kepalanya di dadaku.‘Gita sayang sama Iwan’, hanya itu yang keluar dari mulutnya, lalu matanya terpejam sambil terus memelukku. Bokeb Kedua tangannya meremas-remas buah dadanya sendiri, kepalanya sering menengadah ke atas,
‘uugghh.., oohh.., sshhsstt’.




















