aahh.. Bokeb Kami sempat memperhatikan gerakan-gerakan kami itu di cermin besar yang ada di samping tempat tidur, yang diselingi dengan suara TV 14 inch yang sengaja kami keraskan suaranya agar tidak sampai orang curiga atas perbuatan kami dalam kamar.Keringat yang membasahi tubuh kami semakin bercampur, sehingga terasa tubuh kami saling lengket. usst.. Utungnya tidak ada orang yang dekat dengan kamar itu, sebab memang kamar itu berada dibagian paling depan dan disudut wisma sehingga kami leluasa bersuara agak keras sebagai tanda kenikmatan yang kami alami.“Ngga mau mandi dulu Kak?” katanya mengingatkanku, karena kebetulan aku keringatan akibat perjalanan jauh dari daerah tadi.




















