ma’af Mas…” katanya menyadarkan aku dari kekagumanku.“Oh oh… tidak pa.. Bokeb ke bawah. tambahnya lagi.“Ii.. lagi ngelamun jadi tidak sadar kalo ada orang,” ujarnya menjelaskan.“Mas mau pulang..? mmmhh…emmhhh…” rintihnya sambil terus mengulum batang kemaluanku ketika kuraba-raba lubang kemaluannya.Mbak Carrie semakin memperkuat sedotannya sehingga memaksaku untuk semakin mengerang tak keruan, seakan tak mau kalah, kumasukkan tanganku ke selangkangannya dari arah perut, dan dengan mudah jemariku mencapai vagina yang sudah sangat basah itu.Dalam 3 detik jariku menyentuh sebuah daging sebesar kacang yang sudah menonjol keluar di bagian atas vagina Mbak Carrie, jari tengah dan telunjukku segera mengocok “kacangnya” dengan cepat.“Mmmhh..




















