Waktu itu kulihat ia berdiri sendiri di depan pintu lorong yang menghubungkan ballroom dengan dapur. Kuangkat tubuhku ke atasnya, dengan sebelah kaki menopang di sofa, dan sebelah lagi menopang di lantai. Bokep Rusia Ia tertawa geli. Aku tak bermaksud membuatmu tersinggung.”
Ia menatapku. Dan ianya begitu luar biasa, begitu menantang kelaki-lakianku, membuat darahku mengalir lebih cepat dan lebih cepat. Beberapa saat kami saling pandang sampai akhirnya ia tersenyum. Aku pasti membuatmu sakit.”
“Tak apa-apa juga. “Tidak, wajahmu barusan, seperti anak kecil yang baru saja memecahkan kaca jendela. Jangan buatku kecewa.”
Aku tertawa dan bangkit dari sofa, lalu mendekatinya.




















