Hanya dia, Jenny, yang memberikan semuanya pada saya. “Jangan mundur!” bentak wanita itu dengan dialek British yang kental.Ia lalu mendekatkan wajahnya ke wajah saya, membuat saya menundukkan pandangan karena gemetar. Bokep Live Nggak boleh!” godanya nakal. Dilemparkannya celana panjang saya jauh-jauh. Lambat laun, rasa takut saya mulai hilang, berubah jadi rasa persahabatan. Dengan tergopoh-gopoh saya berlari ke kantor saya, mengambil dua puluh pound dari laci, lalu berlari kembali menuruni tangga. Saya tersipu malu. “Eits, mau balas dendam ya? Sementara mulut Jenny di bawah sana mengeluarkan bunyi berkecipak. Yang dengan entengnya mengobrak-abrik kantor atau toko seseorang karena telat membayar tagihan? Ia bercita-cita untuk




















