“Lah emang kamu masak apa? Bokep Kalau dadaku cuma segini.” Ratih kemudian mengangkat baju atasnya, terlihat bra cup nya yang agak kedodoran. “Haaahhhhsssss maassss…” Kutarik kuajak dia berdiri sekarang. “Kalau sekarang?”Ratih diam, mencoba menikmati usapanku di bawah perutnya. Tercium wangi kainnya. Windy menggeser kursinya, dari hadapanku tadi, sekarang kursi yang beroda itu telah berada di sebelahku. Kemana kapal selamku musti berlabuh? “Sebentar ya.” Windy berdiri, ke arah lemari kecil. “Semoga pantatku juga indah ya..” komentarku. Kuhentikan kegiatanku, kubiarkan Windy meresapi nikmatnya di atas meja meetingnya.Kulepaskan pusakaku, dan kuremas-remas untuk menjaga tetap tegang.




















