Setelah beberapa lama, akhirnya penisku agak melemas, tapi terus dihisapnya dengan mulutnya.“Nah, sekarang giliran kamu Sayang.. Bokep SMA Sarii, Saarrii.. oohh.. Sari makin sayang denganku.Mohon saran dan tanggapannya. kamu orangnya lembut juga ya Son..? Kamu pasti mau pipis kan Sayang.. Sambil matanya masih tetap tertegun ke arah penisku. Tapi karena tekadku sudah bulat maka aku terpaksa tidak mendengar nasehat bapakku. tolong buka pintunya dong..?” Tidak ada jawaban, aku bingung. Akhirnya kulihat air kencingnya habis, yang keluar cuma tetes tersisa disertai lendir bening keputihan menjuntai masuk ke dalam mulutku, dan aku langsung menjilat serta menghisap habis. Dia jilat-jilat kepala penisku yang masih berlendir.




















