Dalam omong-omong itu, bang Roji menganjurkan agar anak kami di asuh istrinya saja jika kami pergi kerja.Saat itu aku kurang respek terhadap anjuran suamiku,sebab aku masih belum bias menerima orang seperti keluarga bang Saroji itu.Namun lama kelamaan aku semakin kerepotan juga.Lalu aku minta agar istri bang Roji yang bernama mpok Esih agar mau menjaga anakku di rumahku.Apalagi dia juga bisa bantu aku nyuci pakaian kami.Dan kini mpok Esih sudah bekerja di rumahku meski hanya setengah hari.Terkadang anakku di bawanya ke rumahnya di balik tembok kompleks ini.




















