“Masa?” tanyaku. Bokep SMA Kuremas lubang kemaluanya sambil tertawa. Nia..” kuremas dadanya di genggamanku, menikmati kekenyalannya. “Halo..?” nada suaraku terdengar penuh emosi. “Ahh.. jangan, Ray..” Ahh, betapa aku merindukan setiap gadis yang merintih seperti itu di dekapanku. Namun aku masih sangat muda dan miskin pengalaman saat itu, bahkan dengan keseringanku menonton film blue aku masih tidak dapat melakukannya. “Ahh.. “Ahh.. oohh.. Kuangkat lagi gagang telpon, menekan beberapa nomor. “Ah.. nikmatnya..” Nia mengeluh kecil saat kulepas kaitan BH-nya. “Ahh.. “Mau kemana Ray? Kamu mau menyuruhku minta maaf ya?”
“Bukan gitu, Ray..”
“Ya sudah deh, aku ngantuk.”Kuletakkan gagang telepon tanpa menunggu sahutan suara di seberang.




















